
guys gw mo cerita tentang fenomena MBA yang sedang marak saat ini ato mungkin malah bisa dibilang basi (karena udah saking banyaknya). gw ingin ambil bagian untuk berbagi cerita sama kalian yang baca blog gw.
well, guys sepertinya gw merasa perlu bercerita tentang pengalaman sahabat terdekat gw. pastinya kalian semua udah bisa nebak klo pengalaman sahabat gw ini ada hubungannya sama yang namanya MBA (Married by Accident) yup 100 buat kalian. kalian bener bgt!!
kenapa gw pengen cerita tentang dia??? karena ada sesuatu yang bisa kita dapatkan dari kisah dia (pasti gw jamin). karena menurut gw cerita dan jalan hidupnya itu penuh liku dan berwarna sampai gw merasa sulit untuk menceritakan kisah hidupnya. tapi atas niat yang tulus (bukan untuk membuka aib) untuk berbagi pengalaman dengan semua ( atas ijin dia kok ).
jadi teman2 begini ceritanya
alkisah hiduplah seorang anak perempuan yang bernama TITI (nama disamarkan). Titi dilahirkan di tengah2 keluarga yang super sibuk. sang ayah bekerja dan sang ibu seorang wanita karir yang aktif. sejak kecil Titi hanya diasuh oleh pengasuh dan pembantu.Titi bisa bertemu kedua ortunya hanya saat sore menjelang malam.
setiap hari yang dilakukan Titi hanya sekolah dan bertemu bemain bersama para pembantunya. harinya terasa begitu sepi. jarang sekali dia merasakan belaian kasih sayang ortunya. karena dia yang tak pernah keluar rumah Titi pun tidak banyak mempunyai teman kecuali teman2 sekolahnya, hanya beberapa tetangga sebelah rumahnya bagus dan fitri.
hingga suatu hari terjadi sesuatu yang amat sangat besar dalam kehidupan Titi. saat Titi tengah asik bermain dengan bagus dan fitri, tiba2 saja ada seorang pemuda SMP datang mengahmpiri 3 anak kecil tersebut (ketiga anak tersebut masih TK). pemuda itu mengajak mereka bertiga untuk bermain di kebun belakang. awalnya Titi tidak mau, namun pemuda tersebut mengancam "klo titi ga mau ya udah ga usah kita temenin" kontan Titi tak mau kehilangan teman. baginya mempunyai teman adalah hal yang sangat ia dambakan. akhirnya Titi pun ikut bersama teman yang lainnya.
sesampainya di sana tiba2 saja pemuda tersebut tidur terlentang sambil mengeluarkan alat vitalnya. Titi, Fitri dan Bagus tidak mengerti apa maksudnya. tiba2 saja dia menyuruh fitri untuk naik di atas pangkuannya.dan fitri hanya termangu melihat sesuatu yang belom pantas mereka lihat. hingga datanglah saat pemuda itu menyuruh Titi melakukan hal yang sama.
saat itu Titi masih terlalu kecil ( 4 tahun ) tak mengerti apa sebenernya ayng terjadi padanya. tak mengerti bahwa akibat perbuatan pemuda biadab itu masa depan dia yang sedang di pertaruhkan.
tapi Titi merasa selalu di bayang2i oleh kejadian hari itu. tak pernah dia lupa akan kejadian itu. walau dia belum mengerti apa sebenernya yang sudah terjadi.
hingga dia melupakannya dan tidak pernah bercerita kepada ortunya.
beberapa bulan kemudian ayah dan ibu Titi memutuskan untuk pindah rumah ke sebuah kompleks elite. semakin jauh Titi dengan kejadian itu namun dia tetap tidak bisa melupakan.
saat dia di tingkat SMP dia mulai mengerti arti dari kejadian yang selama ini dia tidak pernah dia lupakan. dia mulai bertanya2 saat guru-nya bercerita tentang arti keperawanan seorang gadis. saat dia mendengar bahwa kehormatan seorang gadis terletak pada keperawanannya. bahwa sangat sulit buat laki2 untuk menerima seorang gadis sebagai istri apabila dia sudah tidak perawan.
saat titi mendapatkan penjelasan seperti itu, hatinya mulai bergejolak. berjuta juta pertanyaan datang dan dia tidak tau apa jawabannya. ada ketakutan luar biasa yang menguasainya. dia pun bingung apa yang harus dilakukan. ketakutan bagaimana klo dia menikah nanti? bagaimana klo ortunya tau akan hal ini?
dunianya seakan tak lagi indah buat Titi. muram dan sedih, galau yang teralu sulit untuk dia bawa sendiri. teman yang ia punya pun hanya sebatas di sekolah. sedang ortu hanya berpikir tentang pekerjaan, pekerjaan, dan pekerjaan. mereka lupa bahwa mereka punya titi yang butuh perhatian. mereka tidak tahu bahwa anak mereka satu2ya sedang menyimpan sebuah kenyataan hidup yang pahit.
hingga saat Titi menginjak SMA, hidupnya dia coba bangkitkan lagi. teman, sahabat dan cinta. dia sudah mulai punya banyak teman dan sahabat dan dia mensyukurinya. soal cinta Titi menjadi gadis yang begitu sulit untuk jatuh cinta mungkin karena pengaruh kejadian itu.
hingga tahun 2003 saat dia duduk di kelas 3 SMA berkenalan dengan seorang pemuda tampan nan santun bernama Ansyah. Titi begitu terkesima saat bertemu dengan Ansyah. tindak tanduknya, cara bicara, gaya ansyah memeperlakukan Titi begitu lembut dan menghargai membuat titi jatuh hati. hingga beberapa bulan mereka melakukan pendekatan akhirnya pun mereka berpacaran.
namun ada satu yang ditakutkan titi. ansyah bukanlah seorang pemuda yang dilahirkan dari keluarga berada seperti titi. ansyah bahkan tidak tinggal dirumah mewah, dia hanya tinggal di sebuah rumah kontrakan. jangan membayangkan mobil, sebuah sepeda motor aja dia tidak punya. tapi titi tidak mempermasalahkan itu. yang dia takutkan hanyalah pandangan dan reaksi ibunya terhadap keberadaan ansyah. dia tahu bahwa ibunya akan menjadi sulit menerima saat tau kondisi keluarga ansyah.
tapi cinta titi dan ansyah memang sungguh besar.mereka mau saling berbagi tak perduli hal itu mempersulit langkah mereka. titi yang biasa diantar jemput mobil, rela naik angkot bersama ansyah. tak perduli kata teman2nya titi tetap saja berjalan bersama ansyah. damai dan bahagia.
hari demi hari titi dan ansyah semakin dekat saja. pacaran mereka pun semakin dekat dan bertambah mesra. karena mereka pacarannya backstreet. titi sering menggunakan rumahnya untuk pacaran saat kedua ortunya tidak ada di rumah. yah pembaca sekalian seperti yang kalian tebak….sapa sih orang ketiga waktu ada dua orang beduaan Yup!!! jawaban anda benar!!!! heheheh pikir aja ndiri.

ya minimal ilustrasi seperti di atas lah guys……(maksimalnya kembangin pikiran lo sendiri
)
yup guys mereka melakukan hubungan layaknya suami istri di usia yang masih belia. titi 17 tahun dan ansyah 18 tahun. sebenernya dalam hati mereka berdua takut klo sampai titi hamil. namun mereka berdua menepis perasaan takut yang ada di dalam hati. mereka hanya memikirkan cinta…cinta…dan cinta.
saat kelulusan SMA telah tiba. titi bersiap2 untuk daftar ke universitas di kotanya. sepulang dari daftar di rumah titi merasakan tubuhnya mulai aneh beberapa hari terahir. tiba2 saja kepalanya sering pusing dan berkunang2. lama2 terasa mual dan berkeringat dingin. dalam hati dia bertanya2 ada apa sebetulnya dengan dia.

akhirnya titi pun menceritakan apa yang dia alami kepada ansyah. ansyah telah menduga bahwa titi hamil. tapi titi ga percaya karena "telat bulan" emang sering terjadi karena siklus haid titi emang ga teratur.karena mereka berdua penasaran, mereka memutuskan untuk bertemu dirumah titi dan ansyah akan membawa test pack untuk titi.
saat ansyah datang adalah saat yang paling mendebarkan. asnyah segera memberi test pack yang telah dia beli kepada titi. titipun menerimanya segera membuka bungkusnya dan membaca aturan pemakaiannya. dia sudah mengerti tanda positif berarti hamil. negatif berarti tidak hamil. dia segera masuk kedalam kamar mandi untuk mengambil sedikit air kencingnya. kemudian dia teteskan sedikit ke tempat yang sudah ditentukan. setelah itu dia segera keluar kamar mandi dan menemui Ansyah untuk melihat hasilnya bersama2. setelah 1 menit berlalu ansyah dan titi melihat test pack itu.
dan hasilnya

yup positif guys akhirnya titi hamil (ini curse or bless???)
tiba2 saja mereka berdua menjadi begitu kalut,bingung, takut. dalam hati titi dan ansyah tak tau harus bagaimana. tiba2 saja mereka menjadi terbayang2 wajah orang tua. takut menyakiti hati. takut mereka marah pun mereka rasakan.
titi benar2 menyesal. terbayang2 harapan2 ortunya yang selalu dialamatkan kepadanya. karena dia adalah anak satu2nya yang dimiliki ortunya. tumpuan kedua ortunya kelak. tiba2 saja dia ingat akan cita2 yang masih ingin ia raih. tiba2 saja dia merasa ingin berlari dari kenyataan. tiba2 saja ia ingin segera terbangun dari mimpi. tapi sayang ini bukan mimpi
titi pun meminta ansyah untuk membantu menggugurkan kandungannya. ansyah awalnya tidak mau. ansyah siap mempertanggungjawabkan bayi yang ada dalam kandungan titi. namun titi terus memaksa ansyah untuk mau mmebantunya mencari cara agar bayi dalam kandungannya gugur. dengan alasan bahwa masa depan mereka masih panjang. akhirnya atas desakan titi ansyah pun mau membantu.
keesokan hari setelah pulang kuliah. titi pun menjemput ansyah. ansyah meminta titi untuk menuju kerumah tante ansyah. awalnya titi tidak mau. namun ansyah menjamin bahwa tantenya pasti akan membantu dan tidak akan bercerita kepada siapa siapa. akhirnya mereka pun pergi.
sesampainya disana. titi faham bahwa ansyah telah menceritakan duduk permasalahannya sebelum ansyah membawa titi. tante Ansayh sebenarnya masih merasa kaget akan kejadian yang menimpa keponakannya. berkali2 dia mengungkapkan keprihatinannya atas apa yang menimpa muda-mudi itu.
tak lama mereka berbincang2 tante Ansyah menelepon seseorang. tak lama orang itu muncul. rupanya orang itu berpengalaman soal gugur mengugurkan. dia mulai meracik sebuah jamu. jamu itu tidak berisi apa2 kecuali merica. jamu merica adalah jamu yang digunakan untuk mengugurkan kandungan. titi sudah tidak perduli lagi tentang rasa jamu itu yang dia pikirkan hanyalah gugur…gugur…gugur..

setelah meminum jamu itu titi tidak merasakan apa2 hanya pahit dan panas yang menyergap tubuhnya, tenggorokan, dan perutnya. dia berharap semoga kandungan ini gugur.
namun tanda2 gugur pun tak kunjung tiba. tidak ada hal yang berubah. dan ini membuat titi semakin bingung saja. apa yang akan dia perbuat selanjutnya??